[Tugas Softskill] Istilah Akuntansi

Nama : Rahma Yeni
Kelas : 3EB18
NPM : 29211001

I S T I L A H A K U N T A N S I

1. Akuntansi (accounting): suatu disiplin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efisien. Akuntansi dapat juga didefinisikan sebagai proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
2. Akuntan (accountant): gelar bagi mereka yang telah lulus ujian-ujian akuntasi seperti yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 34 Tahun 1954. Tenaga-tenaga akuntasi secara umum dapat didefinisikan sebaga mereka yang mempunyai pengetahuan di bidang akuntansi.
3. Akuntansi Keuangan (financial accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan secara berkala untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
4. Akuntansi Biaya (cost accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, dan pengontrolan atas biaya.
5. Akuntansi Manajemen (management accounting): biadang akuntansi berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh manajemen perusahaan.
6. Auditing (auditing): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas atas akuntansi keuangan.
7. Akuntansi Pemerintahan (governmental accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pncatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi dalam badan-badan pemerintah.
8. Akuntansi Perpajakan (tax accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan surat pemberitahuan tahunan (SPT) dan segala sesuatu mengenai perpajakan.
9. Akuntan Publik (public accountant): kadang-kadang istilah untuk ini adalah akuntan ekstern (external accountant) atau auditor akuntan yang memberikan jasa-jasanya untuk suatu pembayaran tertentu. Ia merupakan akuntan profesional yang diberi izin oleh negara untuk berpraktik sebagai akuntan swasta.
10. Akuntan Intern (internal accountant): akuntan yang bekerja untuk suatu perusahaan atau organisasi tertentu.
11. Jasa Konsultasi Manajemen (management advisory sevices): jasa yang diberikan oleh akuntan publik dalam bidang pemberian nasihat tentang kebijakan dan administrasi kepada manajemen perusahaan.
12. Laporan Akuntansi (accounting reports): semua laporan yang dihasilkan olehh sistem akuntansi diantaranya adalah laporan keuangan.
13. Pembukuan (book-keeping): pencatatan data perusahaan dengan cara tertentu.
14. Pemeriksa Intern (internal auditor): akuntan yang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi yang bertugas melakukan pemeriksaan untuk menentukan dipatuhinya kebijakan-kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.
15. Penganggaran (budgeting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengontrolannya.
16. Sistem Informasi (information system): bidang akuntansi yang berhubungan dengan perancangan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan maupun non-keuangan.
17. Ujian Negara Akuntansi (UNA): ujian yang diselenggarakan oleh Konsorsium Ilmu Ekonomi untuk memperoleh gelar akuntan bagi para lulusan/mahasiswa jurusan akuntansi fakultas ekonomi/akademi swasta atau negeri tertentu.
18. Laporan Keuangan (financial statement): laporan yang diarancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak di luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi-laba, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan laporan keuangan lainnya yang relevan.
19. Manajemen (management): sekelompok orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola kegiatan perusahaan.
20. Modal (capital): sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari pemilik.
21. Neraca (balance sheet): laporan keuangan yang dapat memberi informasi tentang sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan sumber pembelanjaan untuk memperolehnya. Laporan ini menyajikan posisi keuangan perusahaan.
22. Persekutuan (partnership): perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian yang dilakukan diantara mereka.
23. Perusahaan Dagang (merchandising firm): perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan lagi.
24. Perusahaan Pabrik (manufacturing firm): perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi kemudian diolah lagi menjadi barang jadi, dan kemudian menjual barang jadi tersebut.
25. Perusahaan Jasa (service firm): perusahaan yang kegiatannya menjual jasa-jasa.
26. Aktiva (assets): kekayaan yang dimiliki perusahaan (lihat harta). Aktiva merupakan sumber daya (resources) bagi perusahaan untuk melakukan usaha.
27. Bentuk Skontro (bentuk akun = account form): penyajian neraca di mana aktiva diletakkan di sebelah kirai sedang kewajibann dan modal diletakkan di sebelah kanan sehingga menyerupai bentuk akun. (laporan rugi-laba juga dapat disusun dengan bentuk ini).
28. Bentuk Stafel (bentuk laporan = report form): penyajian neraca dimana kewajiban dan modal diletakkan di bawah aktiva. (bentuk stafel biasanya digunakan untuk laporan rugi-laba).
29. Beban (expenses): kadang-kadang disebut dengan biaya: penurunan dalam modal pemilik, biasanya melalui pengeluaran uang atau penggunaan aktiva, yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan.
30. Harta (asset): kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan (lihat aktiva).
31. Kas (cash): uang dalam bentuk tunai maupun rekening bank yang dipunyai perusahaan.
32. Kewajiban (liabilities): kadang-kadang disebut juga dengan utang; (lihat utang).
33. Laba Bersih (net income): selisih lebih pendapatan atas beban-beban dan yang merupakan kenaikan bersih atas modal yang berasal dari kegiatan usaha.
34. Laporan Perubahan Modal (statement of owner’s equity): ikhtisar tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama jangka waktu tertentu.
35. Pendapatan (revenue): jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan dapat juga didefinisikan sebagai kenaikan bruto dalam modal (biasanya melalui diteraimanya suatu aktiva dari langganan) yang berasal dari barang dan jasa yang dijual.
36. Peralatan (equipment): salah satu bentuk aktiva dalam perusahaan yang biasanya bernilai cukup besar dan digunakan untuk menjalankan kegiatan perusahaan.
37. Laporan Rugi-laba (income statement): ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu. Laporan rugi-laba menunjukkan hasil usaha suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
38. Perlengkapan (supplies): salah satu bentuk aktiva dalam perusahaan yang terdiri dari bahan pembantu.
39. Persamaan Akuntansi (accounting equation): hubungan antara aktiva, kewajiban dan modal yang dinyatakan dalam suatu persamaan dimana aktiva = kewajiban + modal.
40. Rugi Bersih (net loss): kebalikan dari laba bersih.
41. Transaksi (transaction): kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan dan oleh karena itu harus dicatat.
42. Utang (liabilities): kadang-kadang disebut juga dengan kewajiban; sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari kreditur.
43. Utang Dagang (accounts payable): kadang-kadang disebut dengan utang usaha; utang jangka pendek yang berasal dari pembelian barang-barang atau jasa untuk keperluan usaha.
44. Bagan Akun (chart of accounts): daftar akun yang ada dalam perusahaan lengkap dengan nama dan nomor kodenya.
45. Buku Besar (ledger): kumpulan dari akun-akun yang berhubungan dan yang merupakan suatu kesatuan tersendiri.
46. Debit (debet): sisi sebelah kiri akun. Di debit berarti sisi sebelah kiri akun yang bersangkutan dicatat suatu jumlah tertentu.
47. Kredit (credit): sisi sebelah kanan akun. Di kredit berarti pada sisi sebelah kanan akun yang bersangkutan dicatat suatu jumlah tertentu.
48. Akun (account): sering disebut juga perkiraan; formulir (media) yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis ke dalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mncatat penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.
49. Akun Nominal (nominal account atau temporary account): akun-akun yang hanya digunakan untuk mencatat tansaksi selama periode tertentu yang secara berkala dipindahkan ke akun modal. Akun pendapatan, beban dan prive termasuk dalam kelompok ini.
50. Akun Prive (drawing account): akun yang digunakan untuk mencatat pengambilan aktiva perusahaan yang dilakukan oleh pemilik.
51. Akun Riil (real account): akun-akun yang saldonya dibawa terus-menerus dari satu period eke periode yang lain. Akun-akun neracatermasuk dalam kelompok ini.
52. Ayat Jurnal (journal entry): penyajian suatu transaksi ke dalam nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
53. Beban Gaji (salaries expense): beban yang berasal dari pemakaian jasa karyawan/buruh yang dipekerjakan dalam perusahaan.
54. Beban Serba-serbi (miscellaneous expense): beban yang terdiri dari bermacam-macam transaksi yang jumlahnya kecil, tidak sering terjadi dan tidak tertampung dalam salah satu akun beban yang ada dalam bagan akun.
55. Jurnal (journal): formulir khusus yang digunakan untuk mencatat secara kronologis transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan menurut nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
56. Jurnal Umum (general journal): bentuk jurnal yang terdiri dari dua kolom. Jurnal umum kadang-kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar.
57. Neraca Saldo (trial balance): kadang-kadang disebut juga neraca sisa atau neraca percobaan; daftar saldo akun-akun yang ada dalam buku besar perusahaan pada suatu saat tertentu.
58. Penjurnalan (journalizing): pencatatan transaksi dalam jurnal.
59. Penggolong-golongan Transaksi (classifying of transaction): pencatatan transaksi-transaksi yang mempunyai sifat sama dilaporkan dalam satu pos atau akun.
60. Referensi (refrence): dalam proses pemindah-bukuan dari jurnal ke buku besar, penctatan nomor kode akun di jurnal untuk menunjukkan ke akun mana ayat jurnal tersebut dimasukkan dan pencatatan halaman jurnal di akun untuk menunjukkan dari jurnal mana ayat jurnal yang bersangkutan berasal.
61. Siklus Akuntansi (accounting cycle): tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan.
62. Ayat Jurnal Penutup (clossing entry): ayat juran untuk me-nol-kan saldo akun-akun sementara (nominal) yang dilakukan apabila akan dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.
63. Ayat Jurnal Penyesuaian (adjusting journal entry): ayat jurnal yang biasanya dibuat pada akhir suatu periode akuntansi untuk mengorksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal yang sebenarnya.
64. Ayat Jurnal Koreksi (correcting entry): ayat jurnal untuk mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam akun-akun aktiva, kewajiban, pendapatan, beban dan modal.
65. Akumulasi Penyusutan (accumulated depreciation): akun yang digunakan untuk mencatat, secara akumulatif, pengalokasian beban yang diakibatkan oleh pemakaian aktiva tetap. Akun semacam ini secar umum disebut akun kontra (contra account), yaitu akun yang berfungsi mengurangi akun lain.
66. Bank (bank): lembaga keuangan yang salah satu usahanya adalah memberikan pinjaman kepada perusahaan.
67. Beban Bunga (interest expense): beban yang timbul karena peminjaman uang.
68. Beban Penyusutan (depreciation expense): beban yang timbul karena pemakaian aktiva tetap berwujud.
69. Beban Perlengkapan (supplies expense): beban yang timbul karena pemakaian perlengkapan (beban pembantu).
70. Beban Sewa (rent expense): beban yang timbul karena pemakaian sewa.
71. Utang Bunga (interest payable): utang kepada kreditur sebagai imbalan atas pemakaian uang yang dipinjamkan kepada perusahaan.
72. Utang Gaji (salaries payable): utang untuk gaji yang jasanya telah dipakai tetapi belum dibayar.
73. Ikhtisar Rugi-laba (income summary): kadang-kadang disebut akun laba rugi; akun yang digunakan untuk menutup akun pendapatan dan beban.
74. Kreditur (creditor): pihak-pihak yang memberikan pinjaman kepada perusahaan.
75. Neraca Lajur (work-sheet): formulir berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja untuk menyusun laporan keuangan.
76. Neraca Saldo Diseseuaikan (adjusted trial balance): neraca saldo yang telah disesuaikan dengan jurnal penyesuaian.
77. Neraca Saldo Penutup (post closing traial balance): neraca saldo yang dibuat setelah semua akun nominal ditutup.
78. Penyusutan (depreciation): proses pengalokasian beban yang disebabkan oleh pemakaian aktiva tetap, seperti misalnya peralatan.
79. Akun Pengendali (contolling account): kadang-kadang disebut juga dengan akun induk; akun dalam buku besar yang mempunyai rincian dalam buku besar.
80. Buku Piutang (accounts receivable subsidiary ledger): kadang-kadang disebut buku tambahan piutang; buku besar tambahan untuk akun piutang. Buku piutang merupakan kumpulan dari kartu piutang.
81. Buku Utang (accounts payable ledger): kadang-kadang disebut juga dengan buku tambahan utang; buku besar tambahan akun utang. Buku utang merupakan kumpulan dari kartu utang.
Buku Penjualan (sales journal): buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat barang dagang secara kredit.
82. Buku Penerimaan Kas (cash receipt journal): buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat semua penerimaan uang termasuk penjualan tunai.
83. Buku Pembelian (purchase journal): buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat pembelia barang secara kredit.
84. Buku Pengeluaran Kas (cash disbursement journal): buku harian yang digunakan khusus untuk mencatat semua pengeluaran uang termasuk pembelian barang dagang secara tunai.
85. Buku Memorial (general journal): kadang-kadang disebut juga dengan buku harian umum, jurnal umum atau buku jurnal; buku harian yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat ditampung dalam salah satu buku harian khusus.
86. Faktur Penjualan (sales invoice): dokumen untuk mencatat transaksi penjualan yang merupakan bukti adanya transaksi tersebut.
87. Harga Pokok Penjualan (cost of goods sold): harga yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh barang yang dijual.
88. Nota Kredit (credit memorandum): dokumen untuk memberitahu pelanggan bahwa akunnya telah di kredit sejumlah tertentu.
89. Pembelian Retur dan Pengurangan Harga (purchase return and allowances): pengembalian atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dibeli.
90. Penjualan Retur dan Pengurangan Harga (sales return and allowances): penerimaan kembali atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dijual.
91. Potongan Tunai (cash discount): potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit.
92. Potongan Pembelian (purchase discount): potongan terhadap harga pembelian apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan pembelian adalah potongan tunai dipandang dari sudut pembeli. (lihat potongan tunai).
93. Potongan Penjualan (sales discount): potongan terhadap harga penjualan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan penjualan adalah potongan tunai dipandang dari sudut penjual. (lihat potongan tunai).
94. Syarat Pembayaran (credit term): persetujuan antara pembeli dan penjual mengenai cara dan jangka waktu pembayaran suatu transaksi jual beli.
95. Nota Debit (debit memorandum): dokumen untuk memberitahu kreditur bahwa akunnya telah di debit dengan jumlah tertentu.
96. Persediaan Barang Dagang (merchandise inventory): akun yang digunakan untuk mencatat harga pokok barang dagang pada awal dan akhir periode akuntansi.
97. Aktiva Tetap (fixed assets): aktiva bernilai besar yang sifatnya tetap atau permanen, digunakan dalam kegiatan perusahaan dan tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal.
98. Beban Penjualan (selling expenses): beban yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan menjual dan memasarkan barang.
99. Beban Lain-lain (other expenses): beban yang tidak berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.

http://idris-wungkul.blogspot.com/2012/02/daftar-istilah-akuntansi.html

[Tugas Softskill] Artikel Perekonomian Indonesia, Deduktif dan Induktif

Nama : Rahma Yeni
NPM : 29211001
Kelas : 3EB18

Pemerintah Mendorong Lahirnya Wirausahawan Muda

Pemerintah saat ini sedang menggagas dan menyelesaikan Perpres dalam upaya untuk melindungi pengusaha pemula dan pengusaha daerah yang masih lemah. Hal tersebut diungkapkan Hatta Rajasa, Menko Perekonomian dalam acara Pekan Sosialisasi dan Program Pengembangan Wirausaha Muda, APEC Unthinkable Week 2013 di District & Discovery Mall, Kuta, Bali.
APEC Unthinkable Week 2013 mendorong wirausaha muda Indonesia bekerjasama dan bermitra dengan wirausaha muda lokal maupun wirausaha dari negara-negara APEC, sehingga melahirkan kerjasama produksi, promosi karya dan kreatifivitas, maupun penelitian. Kegiatan sosialisasi dan promosi pengembangan wirausaha muda ini terdiri dari: (1) APEC Entrepreneur Jamboree, (2) APEC Creative Expo, (3) APEC Sound and Motion Festival.
Dalam acara yang dirancang untuk memanfaatkan keramaian dan keragaman peserta dan pengunjung rangkaian acara pertemuan internasional Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013 ini juga melakukan penandatanganan prasasti pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Bandung. Hal ini menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong lahirnya pendidikan-pendidikan logistik di Tanah Air.
Pemerintah terus melakukan pembibitan dan peningkatan kapasitas SDM dalam mendukungnya tercipta technopreneur, marketingpreneur, dan logisticpreneur. APEC adalah kawasan yang menyumbang 44 persen perdagangan dunia dan 50 persen GDP dunia.
Hal ini yang kemudian menjadi alasan pemerintah untuk semakin gencar mendorong lahirnya wirausahawan muda supaya dapat lebih siap dalam memanfaatkan ASEAN Economic Community yang akan dimulai di tahun 2015 nanti.

**Penjelasan : paragraph terakhir yang bercetak miring adalah inti dari artikel diatas. Maka, artikel di atas menggunakan penalaran induktif.

http://www.ekon.go.id/berita/view/pemerintah-mendorong-lahirnya.266.html

Pemerintah Akan Beri Insentif Untuk KEK

Pemerintah akan memberikan insentif bea masuk untuk kawasan ekonomi khusus (KEK). Namun, pemberian insentif ini bentuknya tidak akan sama di setiap daerahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementrian Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan pemberian insentif bea masuk untuk KEK, dikarena kawasan tersebut masih termasuk dalam tahap pengembangan. Namun, bentuk insentifnya akan berbeda dari pembangunan kawasan Sei Mangkei yang industrinya sudah jelas dan Tanjung Lesung yang menyasar pariwisata. Maka, harus melihat terlebih dahulu karakteristik zona tersebut.
Menurutnya, fasilitas pembebasan bea masuk untuk barang modal bagi kepentingan investasi, normalnya dilaksanakan selama dua tahun. Namun, untuk KEK ini akan diberikan waktu lebih dari dua tahun. Jadi, akan ada perbedaan insentif antara yang di dalam dan di luar KEK.
Selain itu, insentif yang akan diberikan selain bea masuk juga dari sisi pajak, sehingga tarif pajak dan bea masuknya akan berbeda dengan yang ada di luar KEK.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah akan kembali menetapkan dua daerah yang akan menjadi KEK yakni Bitung dan Palu. Untuk dua kawasan ini diklaim cukup diminati oleh beberapa investor dalam dan luar negeri.
Bahkan untuk dua kawasan ini, jumlah investasi yang akan masuk mencapai Rp53 triliun, dimana untuk Palu investasi yang akan masuk mencapai Rp40 triliun dan untuk Bitung investasi yang akan masuk mencapai Rp13 triliun.

**Penjelasan: paragraph pertama yang bercetak miring adalah inti dari artikel diatas. Maka, artikel di atas menggunakan penalaran deduktif.

http://www.ekon.go.id/berita/view/pemerintah-akan-beri-insentif.139.html